Baubau – Anak-anak Desa Motui Konawe Utara Ikut Sunat Massal Gratis dari PPNI Konut dan PT Bumi Konawe Abadi. Persatuan Perawat Nasional Indonesia Cabang Konawe Utara atau PPNI Konut menggelar sunatan masal gratis di Desa Motui Kabupaten Konut Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (27/11/2025).
Desa Motui berjarak 65 kilometer atau 1 jam 19 menit berkendara dari Kantor Bupati Konut di Desa Wanggudu Kecamatan Asera. Sedangkan dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, Desa Motui berjarak 53 kilometer atau 1 jam 15 menit berkendara naik motor maupun mobil melewati Jalan Poros Bungku Selatan – Kendari. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara PPNI dengan PT Bumi Konawe Abadi.
Ketua PPNI Cabang Konut, Radius mengatakan sunat massal ini sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat. “Kedepannya kami harap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” katanya kepada TribunnewsSultra.com. Kata Radius adapun jumlah anak yang mengikuti sunatan massal ini kurang lebih delapan puluh anak.
Sementara itu, Legal PT Bumi Konawe Abadi (BKA), Darwin Rahman mengatakan peningkatan kesehatan masyarakat merupakan bukti maupun komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, selain menjalani kegiatan pertambangan. Perusahaan pertambangan nikel ini beroperasi sejak 22 Desember 2009 di area seluas 419,60 hektar di Motui. “Kami kembali berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat maupun peningkatan fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Baca Juga : Imigrasi Kendari Luncurkan Layanan Digital IKENI LAPAK: Urus Paspor Kini Lebih Mudah dan Cepat

Salah satu orang tua anak yang mengikuti sunatan massal gratis, Yanti Sari mengaku sangat terbantu. “Sangat membantu, karena kalau misalnya pribadi kita harus membayar di puskesmas,” ujar Yanti. Ia pun mengharapkan peningkatan kesehatan masyarakat terus dilaksanakan PT BKA. Kegiatan ini mengundang antusiasme besar dari masyarakat setempat, khususnya anak-anak dan orang tua yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Riska, menjelaskan bahwa sunatan massal ini melibatkan tenaga kesehatan dari dua puskesmas di kawasan tersebut. Mereka bergotong royong memberikan pelayanan medis terbaik untuk para peserta. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, khususnya tim kesehatan yang telah bekerja keras untuk memastikan semua berjalan dengan lancar,” ungkap Riska.
Di tengah kegembiraan acara, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1430 Konawe Utara, Letkol Arh Pranomo, menjelaskan bahwa sunatan massal ini merupakan bagian dari program TMMD ke-121 yang diselenggarakan oleh Kodim 1430 Konawe Utara. “Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, terutama dalam membantu meningkatkan kesehatan anak-anak di daerah ini. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan memberikan dampak positif bagi semua pihak,” kata Letkol Pranomo.
Meski begitu, tidak semua anak berani menghadapi proses sunatan. Dari 40 anak yang telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan ini, hanya 30 anak yang berhasil disunat. Sisanya, terpaksa harus pulang karena rasa takut mengalahkan keberanian mereka. Walau demikian, panitia tetap memberikan penghargaan kepada anak-anak yang mencoba untuk berpartisipasi dan mendorong mereka untuk tidak takut dalam menghadapi pengalaman serupa di masa depan.





